2 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Orang Saat Melakukan Matching dan Mirroring

2 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Orang Saat Melakukan Matching dan Mirroring
——————————————————————————-

Sudah Lakukan Matching & Mirroring, Tapi Masih Gagal Juga. Kemungkinan Anda Lakukan 2 Kesalahan Fatal Ini.

Bagi Anda pembelajar NLP dan hipnosis tentunya sudah akrab dengan istilah Matching & Mirroring. Dalam banyak buku ataupun pelatihan sering kali diajarkan teknik ini untuk membangun rapport atau keakraban dengan orang lain. Dalam artikel ini, saya tidak akan membahas bagaimana cara melakukan matching & mirroring tapi fokus kepada kenapa banyak orang yang gagal melakukannya.

Banyak orang gagal membangun rapport saat menggunakan matching & mirroring ini. Saya sering sekali mendengar dari orang-orang yang pernah belajar teknik ini mengatakan:

“Kalau kita melakukan matching & mirroring sama orang yang sudah tahu atau pernah belajar NLP susah pak, gak bisa, karena mereka sudah tahu”

Mungkin Anda juga berpikir demikian. Sekarang Anda bisa bayangkan, Jika seorang petinju bertanding, kira-kira menurut Anda siapakah lawannya? Apakah petinju juga atau pemain catur?

Tentunya petinju kan? Nah, jika sang petinju itu mempelajari dan berlatih cara meninju dan menangkis pukulan, tentu lawannya juga mempelajarinya. Berarti, keduanya pastinya sudah tahu kemungkinan apa yang akan dilakukan masing-masing lawan.

Tapi, kenapa tetap ada yang jadi pemenang dan ada yang kalah. Bahkan bisa KO ?

Berarti, bukan masalah tekniknya, tapi bagaimana Anda mengeksekusi tekniknya. Begitu juga dengan teknik matching & mirroring untuk membangun rapport.

Kebanyakan orang biasanya alih-alih berfokus pada diri subjek secara keseluruhan dan pada pembicaraannya, mereka akhirnya sibuk memperhatikan gerak-gerik teman bicaranya dan dirinya sendiri. Jika seperti itu, matching & mirroring hanya akan menjadi rapport indicator baginya dan bukan menjadi rapport maker.

Berikut 2 kesalahan fatal yang sering dilakukan orang saat melakukan matching & mirroring:

1. Tidak adanya respect
Jika ada sedikit saja rasa ingin “ngerjain”, ingin nge-test, memanipulasi, atau niat negatif lainnya saat Anda melakukan matching & mirroring kepada orang lain, bawah sadarnya bisa saja menangkap pesan itu. Dan, akhirnya Anda pun ditolak.

Niatkan dalam hati bahwa Anda ingin membangun hubungan baik dengannya sebelum Anda melakukannya. Saat Anda melakukan matching & mirroring lakukan dengan penuh respect dan rasa ingin membangun kesamaan dan keakraban.

2. Terlalu kentara
Hal paling penting lainnya yang harus Anda ingat saat melakukan matching & mirroring adalah lakukan gerakan Anda dengan sangat halus, tidak kentara, dan penuh hormat. Jangan seperti anak kecil yang meniru-niru gerakan orang lain. Beri jeda beberapa saat sebelum melakukan gerakan yang sama dengan teman bicara Anda. Anda tidak perlu mengikuti semua gerakannya.

Itulah 2 kesalahan fatal yang sering dilakukan orang saat melakukan matching & mirroring. Nah sekarang Anda bisa memperbaiki cara Anda melakukan matching & mirroring sehingga kemampuan Anda membangun rapport jadi lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *