Cara Meningkatkan Nilai Diri Tanpa Harus Merendahkan Orang Lain

Meningkatkan nilai diri – Banyak orang berpikir bahwa jika dia punya kesempatan menjelek-jelekkan orang lain atau kompetitornya maka kebaikan/kelebihannya atau produk/jasanya akan terlihat oleh prospek atau calon kliennya.

Namun tahukah Anda ternyata itu adalah cara paling konyol untuk terlihat hebat. Lalu seharusnya bagaimana?

Baca artikel ini dan temukan jawabanya !

Sejuknya udara pagi dipegunungan ini terasa sangat menenangkan dan mendamaikan pikiran dan perasaan saya. Sarapan pagi bersama peserta training dan pimpinan dari institusi yang menjadi klien kami ini terasa sangat bersahabat karena disertai obrolan-obrolan ringan.

Dan kebetulan pada saat yang bersamaan, dihotel tempat kami menyelenggarakan pelatihan itu ada rombongan dari perusahaan lain dan provider lain yang juga melaksanakan pelatihan ditempat ini.

Melihat dari seragam yang digunakan provider training itu, klien saya tahu bahwa mereka dari provider training X.
Kemudian beliau berkata:

“Pak Qodri, kami sudah berdiri 14 tahun, dan kami sudah menggunakan beberapa provider training, termasuk provider X yang sekarang satu lokasi sama kita. Menurut Pak Qodri bagaimana mereka?”

Setelah menyeruput teh hangat saya kemudian menjawab:

“Mereka bagus bu. Buktinya sampai sekarang masih ada yang memakai mereka dan mereka satu lokasi sama kita sekarang. Menurut saya, mereka punya kelebihan memiliki peralatan training yang lengkap, untuk permainan-permainan yang membutuhkan peralatan yang besar dan rumit mereka bisa.

Untuk yang ekstrim dan high impact pun mereka ada. Tim mereka juga berpengalaman, apalagi untuk aktifitas training diluar ruangan. Fasilitator mereka terbiasa dengan aktifitas outdoor, mungkin karena mayoritas dari mereka pecinta alam. Mereka Hebat”

“Lalu, apa bedanya dengan tim Pak Qodri? Kan sama ada outbond juga”. Tanya beliau lagi

“Wah saya juga tidak tahu bu. Karena yang saya tahu tentang mereka seperti yang saya sampaikan tadi. Mereka hebat. Selain itu saya tidak tahu karena tidak pernah ada ditim mereka.

Yang saya tahu pasti bahwa kita di Quantum Edutama Indonesia setiap akan melaksanakan training untuk klien-klien kita akan sangat memperhatikan setiap detail dari tujuan pelatihan, kebutuhan pelatihan dan semua prosesnya.

Setiap klien punya keunikannya sendiri-sendiri, maka sentuhan yang kami berikan dalam setiap training baik indoor maupun outdoor yang kami berikan pasti akan berbeda rasanya.

Bahkan, kami berusaha untuk memastikan setiap individu yang menjadi peserta dalam training kami merasakan dan mendapatkan perhatian yang pas untuk membantu mereka mendapatkan manfaat dari pelatihan. Kami akan memberikan rasa yang paling sesuai dengan kebutuhan klien untuk mencapai tujuan pelatihannya.

Tim kami terlatih untuk merancang program pelatihan yang efektif, walaupun mungkin terkesan sederhana, tapi kesederhanaan itulah yang paling efektif untuk klien.

Tapi jika memang diperlukan sesuatu yang kompleks kami pun bisa melakukannya, bahkan jika ternyata perlu, kita bisa bersinergi dengan provider X atau Y atau Z atau yang lain. Demi tercapainya tujuan pelatihan yang diinginkan oleh klien.” Jawab saya panjang lebar sambil memperhatikan beliau menganguk-angguk ringan tanda setuju.

Lalu, tiba-tiba beliau berkata:
“Saya sama Pak Qodri sudah satu frekuensi, jadi gampang, gak usah banyak ini-itu lagi, sekarang kita tentukan aja tanggal yang pas untuk training berikutnya”

Training yang ini aja belum selesai, beliau udah minta lagi training untuk instansi lain yang dipimpinnya. Padahal saya tidak berjualan sama sekali. Itulah Cara Komunikasi menggunakan teknik Persuasi.

Beberapa hari usai pelaksanaan training itu, salah seorang sahabat saya yang juga bagian dari tim saya bertanya:
“Pak, kemarin waktu di Berastagi kok Bapak malah terkesan mempromosikan provider X padahal kan mereka kompetitor kita?”

Nah disitulah rahasianya, banyak sekali orang, apakah dia sebagai penjual atau sebagai pribadi justru sibuk membicarakan kejelekan orang lain, produk lain ataupun kompetitornya.

Setiap ketemu dengan prospek dan calon kliennya dia selalu mencari-cari kelemahan pihak lain. Dia akan terus menerus sibuk berusaha meyakinkan prospek atau calon kliennya bahwa produk/jasa kompetitor itu lebih jelek.

Karena dia sibuk membicarakan dan mencari-cari kekurangan kompetitor sampai akhirnya dia lupa membicarakan produknya sendiri. Sehingga justru prospek/calon kliennya tidak ingat namanya/perusahaannya apa.

Justru yang diingat adalah nama yang dijelek-jelekkanya. Saya ingat, dikelas Training Persuatrick beberapa waktu yang lalu, peserta yang IKUT TRAINING Persuatrick kebetulan berlatar belakang pebisnis multi level marketing yang berbeda mengajukan pertanyaan yang sama. Kira-kira seperti ini:

“Pak gimana caranya ketika kita nawarin bisnis kita, trus karena orang itu sudah sering ditawarin MLM, kemudian mereka tanya apa bedanya dengan MLM lain?”

Kebanyakan orang akan habis-habisan menjelek-jelek kan kompetitor mereka agar produk atau jasa mereka terlihat lebih baik. Namun apa hasilnya, semakin Anda berusaha menjelek-jelekkan orang lain, justru nilai Anda akan semakin jelek dimata prospek/calon klien Anda.

Jadi, kalau memang Anda terpaksa harus berkomentar tentang kompetitor Anda, berkomentarlah hal positif tentang mereka seperlunya. Setelah itu fokuslah kepada manfaat terbaik apa yang bisa diberikan oleh produk/jasa Anda untuk prospek/atau calon klien Anda.

Dan, seperti yang dilakukan oleh Ibu Lina Candra yang waktu itu sebagai peserta yang IKUT TRAINING PERSUATRICK, dan beliau telah membuktikannya. Bisnis MLMnya semakin maju dan sukses.

Bahkan beliau baru saja pulang dari Amerika terpilih sebagai salah satu wakil Indonesia yang mencapai prestasi tertentu diperusahaan MLM mereka.

Beliau bisa mencapai prestasi seperti itu karena tidak sibuk mencari-cari kejelekan dan hal negatif tentang kompetitor, tapi sibuk fokus menebar kebaikan dan manfaat terbaik apa yang bisa diberikannya bagi prospek/calon kliennya.

Nah, Jika Anda ingin nilai Anda naik dimata prospek/ calon klien Anda, maka berhentilah menghabiskan waktu, biaya, tenaga dan pikiran Anda untuk merendahkan dan membicarakan kejelekan orang lain.

Fokuslah pada kebaikan dan kelebihan apa yang dimiliki oleh orang lain yang mungkin bisa menjadi pelajaran bagi Anda. Dan pastikan Anda menghabiskan lebih banyak waktu, biaya, tenaga dan pikiran kepada kelebihan dan kebaikan apa yang bisa Anda berikan kepada prospek/calon klien Anda, dengan demikian hal tersebut bisa meningkatkan nilai diri anda menjadi lebih berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *