The Carambol Effect of Persuasion

The Carambol Effect of Persuasion
………..

Dalam mencapai tujuan, terkadang kita tidak bisa langsung mendapatkannya. Apabila dilakukan dengan straight to the point bisa jadi penolakan justru yang kita dapatkan.

Lalu apa yang harus dilakukan?

Simak pengalaman Azka pagi tadi.
………

Saat memilih pakaian untuk bersiap berangkat kekantor tadi pagi, Azka naik keatas kursi kecil tempat biasa bundanya berdandan didepan cermin.

“Ayah…sini” kata Azka sambil membentangkan dua tangan nya sebagai tanda minta dipeluk dan digendong.

“Apa nak..?” jawabku karena sedang memilih baju tidak tahu apa yang dimaksudnya.

“Ayah sini..” ulangnya lagi masih dengan merentangkan tangannya.

Akupun mendekatinya kemudian memeluk dan menggendongnya.

Setelah menciumku beberapa kali, Azka pun menjulurkan tangannya dan meraih handphone yang kuletakkan dibagian atas lemari. Kemudian dia berkata sambil senyum-senyum

“Ayah, pinjem ya HPnya” dan diapun mulai melorotkan badannya turun dari pelukan ku sambil membawa HP.
……………………………………

Dalam mencapai tujuan, terkadang kita tidak bisa langsung mendapatkannya. Apabila dilakukan dengan straight to the point bisa jadi penolakan justru yang kita dapatkan.

Azka tahu jika dia langsung bilang “Ayah pinjam hpnya” maka pasti akan ditolak. Hp ngak akan diberikan.

Artinya untuk mencapai tujuan terkadang Anda perlu melakukan strategi tidak langsung dalam mencapai tujuan Anda. Apalagi jika Anda tahu bahwa orang yang akan Anda pengaruhi gak gampang dipengaruhi.

Jika bertemu dengan orang seperti itu anda bisa menggunakan Teknik Carambol Effect yaitu memukul bola lain untuk memasukkan bola tujuan.

Contohnya gimana?

Yuk kita lihat apa yang dilakukan Azka.

Tujuan utamanya adalah “Dapat HP tanpa harus susah-susah manjat lemari dan ayah ngasi tanpa marah”.

Tujuan antara adalahnya “Ayah mau gendong”

Untuk mencapai tujuan itu Azka menggunakan senjata Persuasi ala Robert Cialdini yaitu Reciprocity (timbal balik) yaitu memberi kebaikan terlebih dulu dan orang akan cenderung membalas. Jika ingin tahu lebih jelas tentang Reciprocity silakan baca artikel saya di grup Belajar Persuasi Terselubung atau di persuatrick.com klo Anda lebih suka nonton dari pada baca silakan meluncur ke channel YouTube Persuatrick TV.

Kita bahas apa yg dilakukan Azka aja ya.. silakan Anda bayangkan sendiri kalo dipraktekkan untuk bisnis atau pekerjaan Anda kira2 seperti apa.

Jadi gini,

Dengan memberikan pelukan dan ciuman kepada ayahnya, Azka telah memberikan “sesuatu”. Dan sesuatu yg diberikan itu sekaligus mempengaruhi emosi orang yang diberi. Yaitu emosi Kebaikan.

Seperti yang kita tahu bahwa emosi adalah penggerak perilaku seseorang.

Nah, dengan memberikan pelukan dan ciuman itu Azka mendapatkan “gendongan/digendong” ayahnya.

Aha…ketika Ayah menggendong itu artinya satu tujuan kecil telah tercapai dan siap dilanjutkan dengan tujuan yang lebih besar yaitu dikasi pinjam hp tanpa hambatan berarti.

Ketika meluncurkan permintaan pinjam hp, kondisi emosi ayah sdh dipengaruhi dan jangkauan meraih hp sdh semakin dekat gak perlu manjat.

Akhirnya, hp pun berada ditangan.

Nah, kira-kira klo Carambol Effective ini Anda gunakan dalam bisnis dan pekerjaan Anda, hasilnya bakal seperti apa ya?

Selamat mencoba.